Selasa, 11 Agustus 2020

Manfaat dan Tujuan Pembelajaran Elektronik (E-learning)

Kata Pengantar

Puji syukur senantiasa saya panjatkan kepada Allah SW yang mana atas berkat dan pertolongan-Nyalah saya dapat menyelesaikan makalah ini. Terima kasih juga saya  ucapkan kepada dosen pembimbing yang telah membimbing saya  sehingga  bisa menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang telah ditentukan. 

        Sholawat serta salam senantiasa saya haturkan kepada suritauladan saya Nabi Muhammad SAW yang selalu saya harapkan syafa’atnya di hari kiamat nanti.

        Makalah ini saya buat dalam rangka untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai Manfaat dan Tujuan Pembelajaran Elektronik (E-learning).  Makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “E-learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab”.

        Dengan segala keterbatasan yang ada, saya telah berusaha dengan segala daya dan upaya guna menyelesaikan makalah ini. Saya   menyadari  bahwasanya makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya  mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk menyempurnakan makalah ini. Atas kritik dan sarannya saya  ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya.

 

Jombang,  13  Oktober 2016

 

Siti Nur Iffah

 


Daftar Isi

Kata Pengantar .......................................................................................................... i

Daftar Isi ................................................................................................................... ii

Bab I   : PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang ……………………………………………………………..1

B.     Rumusan Masalah ………………………………………………………......1

C.     Tujuan   ……………………………………………………………………..1

Bab II  : PEMBAHASAN

A. Manfaat Pembelajaran Elektronik (e-learning) .............................................. 2

1. Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang .................... 2

B.     Tujuan  Pembelajaran Elektronik (e-learning) ……………………………. 7

Bab III            : PENUTUP

A.    Kesimpulan ……………………………………………………...……….…9

B.     Saran ………………………………………………………………....….….9

Daftar Pustaka ………………………………………………………………….......10

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Dunia Pendidikan telah mengalami kemajuan pesat seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi. Akibatnya, metode pendidikan lama atau konvensional dirasakan menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Dan Teknologi Informasi menawarkan metode pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning.

Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning)[1] adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.

E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.

Setelah kita mengetahui bagaimana pengertian dari pembelajaran elektonik diatas, hendaklah kita mengetahui juga apa manfaat dan tujuan dari pembelajaran elektronik, dan pada makalah inilah saya akan membahas apa saja manfaat dan tujuan dari pembelajaran elektronik.

B.       Rumusan Masalah

1.    Apa saja manfaat dari Pembelajaran Elektronik ?

2.    Apa saja Tujuan dari Pembelajaran Elektronik

C.      Tujuan

1.    Untuk mengetahui manfaat dari Pembelajaran Elektronik

2.    Untuk mengetahui tujuan dari Pembelajaran Elektronik

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      Manfaat Pembelajaran Elektronik (e-learning)

Sebagaimana yang telah disebutkan pada pendahuluan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen / guru / instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer  e-learning dan pemrogram komputer.

Dengan adanya e-learning para guru / dosen / instruktur akan lebih mudah :

1.    Melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir

2.    Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya

3.    Mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning yang lain, diantaranya adalah:

1.         Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).

2.         Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur.

3.         Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).

4.    Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).

 

 

 

 

 


1. Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang :

a)      Manfaat bagi siswa

Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kita dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat berkomunikasi dengan guru / dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru / dosen begitu selesai dikerjakan.

b)      Manfaat bagi pengajar

Dengan adanya kegiatan e-learning manfaat yang diperoleh guru / dosen antara lain adalah bahwa guru / dosen /  instruktur akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya. Pengalaman negara lain dan juga pengalaman distance learning di Indonesia ternyata menunjukkan sukses yang signifikan, antara lain:

1.   Mampu  meningkatkan pemerataan pendidikan

2.   Mengurangi  angka putus sekolah atau putus kuliah atau putus sekolah

3.   Meningkatkan  prestasi belajar

4.   Meningkatkan  kehadiran siswa di kelas

5.   Meningkatkan  rasa percaya diri

6.   Meningkatkan  wawasan (outward looking)

7.   Mengatasi  kekurangan tenaga pendidikan

8.   Meningkatkan  efisiensi. (Soekartawi, 2005)

Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan / materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen / guru / instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru / instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula (Website Kudos, 2002).

Secara lebih rinci, manfaat e-learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan guru:

1.      Dari Sudut Peserta Didik

Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan e-Learning akan memberikan manfaat (Brown, 2000) kepada peserta didik yang ;

a.    Belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya,

b.    Mengikuti program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk mempelajari materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer,

c.    Merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan

d.   Tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.

 


2.      Dari Sudut Instruktur (guru)

Dengan adanya kegiatan e-Learning (Soekartawi, 2002), beberapa manfaat yang diperoleh instruktur antara lain adalah bahwa instruktur dapat:

a.    Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.

b.    Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.

c.    Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.

d.   Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu.

e.    Memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.

Sedangkan manfaat pembelajaran elektronik menurut A. W. Bates  (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal, yaitu:

1.    Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan  guru atau instruktur (enhance interactivity).

                        Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru / instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa? Karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas (Loftus, 2001).

2.    Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).

                        Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja (Dowling, 2002). Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur. Peserta didik tidak terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka Inggris telah memanfaatkan internet sebagai metode / media penyajian materi. Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan. Pada tahap awal, penggunaan internet di UT masih terbatas untuk kegiatan tutorial saja atau yang disebut sebagai “tutorial elektronik” (Anggoro, 2001).

3.    Menjangkau peserta  didik dalam cakupan yang luas (potential to reach adalah global audience).

Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.

4.    Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).

Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar  elektronik .Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belaja rsesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodic dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau Pembina materi pembelajaran itu sendiri. Pengetahuan dan keterampilan untuk pengembangan bahan belajar elektronik ini perlu dikuasai terlebih dahulu oleh instruktur yang akan mengembangkan bahan belajar elektronik.  Demikian juga dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan belajarp beserta didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya.[2]

 

B.       Tujuan Pembelajaran  Elektronik (e-learning)

Penggunaan metode belajar elektronik atau e-learning di Indonesia mulai digunakan di beberapa di sekolah ataupun universitas yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tujuan pembelajaran E-Learning adalah :

1.    Siswa atau mahasiswa dapat belajar mandiri tanpa harus bertatap muka langsung denga guru atau dosen yang bersangkutan. Contoh universitas yang memilih metode pembelajaran E-Learning sebagai metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehari-hari yaitu Universitas Terbuka (UT) yang berdomisili di Pamulang, Tangerang, Banten.

2.    Siswa atau mahasiswa mendapatkan materi pembelajaran mereka tanpa harus membeli buku aslinya.

Materi pembelajaran mereka ada di dalam E-Book dan E-Book ada di dalam sebuah CD atau DVD. E-Book tersebut nantinya akan berisi materi-materi yang sesuai dengan kurikulum siswa atau mahasiswa tersebut. Maka dengan adanya e-book bisa menghemat siswa dalam biaya pembelian buku-buku sekolah ataupun kuliah.

Ada beberapa tujuan pembelajaran elektronik atau e-learning yang lain, diantaranya adalah:

a.         Untuk meningkatkan daya serap dari para pembelajar atas materi yang diajarkan,

b.         Untuk meningkatkan partisipasi aktif dari para pembelajar,

c.         Untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri,

d.        Untuk meningkatkan kualitas materi pembelajaran.

e.         Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para pembelajar sesuai dengan bidangnya masing-masing.

E-Learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telepon, dan satelit.

Salah satu bagian dari kegiatan e-Learning yang menggunakan fasilitas internet adalah distance learning, merupakan suatu proses pembelajaran, dimana pengajar dan pembelajar tidak ada dalam satu ruangan kelas secara langsung pada waktu tertentu; artinya kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari jarak jauh atau tidak dalam satu ruangan kelas. Hal ini memungkinkan terjadinya pembelajaran yang berkesinambungan, artinya pembelajar bisa belajar setiap saat, baik siang maupun malam hari, tanpa dibatasi waktu perternuan. Berbagai peluang tersebut diatas rnasih menghadapi berbagi tantangan baik dari kesiapan infrastuktur teknologi informasi, masyarakat, dan peraturan yang mendukung terhadap kelangsungan e-Learning. Dikemukakan juga sepintas mengenai peluang dan tangangan media e-Learning, seperti pada media voice mail, audiotape, audioconference, e-mail, online chat, web based education, videotape, satellite videoconference, microwave videoconference, dan cable atau broadcast television.


BAB III

PENUTUP

A.      Kesimpulan

1.   Manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning yang lain, diantaranya adalah:

a)         Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).

b)        Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur.

c)         Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).

d)        Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).

2.        Tujuan pembelajaran E-Learning adalah :

a)         Untuk meningkatkan daya serap dari para pembelajar atas materi yang diajarkan,

b)        Untuk meningkatkan partisipasi aktif dari para pembelajar,

c)         Untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri,

d)        Untuk meningkatkan kualitas materi pembelajaran.

e)         Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para pembelajar sesuai dengan bidangnya masing-masing.

B.       Saran

Setelah melakukan pembahasan penulis ingin memberikan masukan yang berupa saran bahwa penjelasan mengenai manfaat dan tujuan dari pembelajaran diatas hendaknya  bagi pengelola dan orang-orang yang terjun dalam dunia pendidikan menggunakan pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi dalam bentuk pembelajaran elektronik (E-Learning) sebagai salah satu cara yang efektif dalam menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Sehingga diharapkan ada peningkatan mutu, ketrampilan berpikir, berinteraksi serta ketrampilan-ketrampilan ideal lainnya dari para peserta didik.

 

 

Daftar Pustaka

  1. http://kampungbiru.wordpress.com/e-learning/
  2. http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=13&Itemid=39
  3. http://e-dufiesta.blogspot.com/2008/06/pengertian-e-learning.html
  4. Glossary of e-Learning Terms, LearnFrame.Com, 2001
  5. Darin E. Hartley, Selling e-Learning, American Society for Training and Development, 2001
  6. Dublin, L. and Cross, J., Implementing eLearning: Getting the Most from Your Elearning Investment, the ASTD International Conference, May 2003.
  7. Michelle Delio, Report: Online Training ‘Boring’, Wired News.
  8. Romi Satria Wahono, Sistem eLearning Berbasis Model Motivasi Komunitas, Jurnal Teknodik No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007, Agustus 2007 arlisnayanti.blogspot.com
  9. Nasution, Teknologi Pendidikan. Jakarta: PT. BumiAksara, 2008

 



[1]  Nasution, Teknologi Pendidikan (Jakarta: PT. BumiAksara, 2008), hal 99

[2] E-learning.unpad.ac.id powered by joomla ! generated : 1 oktober

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar